Wednesday, June 28, 2006

Bagaimana Menurut Anda?

Untuk saat ini, Wisma Keluarga Mahaiswa Kaliamantan Mesir yang lahir sekitar 27 tahun yang lalu memiliki permasalahan yang cukup mendasar. Jika ditilik lebih lanjut, ada beberapa poin Pekerjaan Rumah yang segera harus diselesaikan.Pertama, landasan hukum organisasi yang masih di wilayah abu-abu. Maksudnya, Wisma KMKM saat ini memiliki semacam landasan yuridis yang bernama Ketentuan Pokok dan Ketentuan Rumah Tangga yang disahkan pada tahun 1994 atau 12 tahun yang lalu. Sebenarnya tidak ada masalah dengan isi KP/KRT ini, kecuali di segi kaedah kebahasaan-nya saja. Toh, isinya sederhana, dan (barangkali) mudah dipahami.

Yang justru menjadi kekhawatiran adalah jika KP/KRT ini dianggap tidak sah. Mengapa? Karena sebagaimana lazimnya sebuah Protap dan/atau Juklak (Petunjuk Pelaksaaan Tugas) yang kian berdinamika, KP/KRT ini memiliki indikasi telah diganti. Buktinya di beberapa surat resmi Wisma KMKM, seperti Surat Keputusan (SK) 2 tahun sebelumnya terdapat beberapa item yang menunjuk sebuah AD/ART (anggaran Dasar dan Anggran Rumah Tangga) yang usianya lebih muda, alias yang terbaru. Namun, sayang hingga tulisan ini ditulis, dokumen/file AD/ART ini belum ditemukan. Padahal berkas dan beberapa saksi sejarah di KMKM sudah di-crosscek dan dimintai keterangan.

Jika saja dugaan ini benar, maka bagaimana kekuatan KP/KRT tahun 1994 itu? Bisakah ia dijadikan landasan pelaksaaan? Belum lagi pertanyaan-pertanyaan susulan setelahnya.

Meski demikian, ketimbang sama sekali tak memiliki landasan yuridis tertulis, sementara ini Wisma masih berpedoman pada KP/KRT tahun 1994 itu. Jika diukur-ukur dengan kaedah fikih, kasus ini nyaris sepadan dengan: "Ma laa yuf'alu kulluhu laa yutraku kulluhu" atau "Al-Maisuur laa yutraku bi al-Ma'suur."

Kedua, sumber dana. Hal ini memiliki implikasi yang cukup luas, baik ke dalam atau ke luar Wisma. Karena sifatnya yang non-profit, Wisma nyaris setiap tahunnya mengalami defisit keuangan, besar tiang daripada pasak. Tapi kekhawatiran ini tampaknya berlebihan, toh karena sifatnya tadi, Wisma tak perlu takut untuk mengeluarkan uang asalkan sesuai dan selaras dengan visi, misi dan tujuan Wisma itu sendiri.


"KETENTUAN III. : MAKSUD DAN TUJUAN
(1) tempat anggota KMKM yang belum mendapatkan asrama untuk tempat tinggal sesuai dengan ketentuan Rumah Tangga;
(2) tempat pengajian, tadarusan, tasyakuran, kegiatan-kegiatan ilmiah, dan segala aktivitas KMKM;
(3) tempat berkumpul/bertemu warga Kalimantan;
(4) warga Kalimantan yang berkunjung ke Mesir bisa menempati Wisma Kalimantan sesuai dengan Ketentuan Rumah Tangga;"

(KP Wisma Kalimantan [ed.], 1994)


Perlu diketahui bahwa Wisma juga berfungsi membantu Dewan Pengurus (DP) KMKM. Jika DP mengalami defisit anggaran, Wisma dengan suka rela, dan melalui sistem pengajuan, menyerahkan kucuran segar dana demi keberlangsungan ujung tombang KMKM ini. Biasanya, pada saat-saat seperti ini, DP akan mengajukan proposal kepada Wisma.

Maka wajar jika misalnya selama ini ada sementara kalangan yang menawarkan pengurangan jumlah Wisma, salah satu alasannya adalah masalah dana ini, di samping alasan lain yang jarang terekspos seperti apa kelebihan penghuni Wisma yang lain, apa yang selama ini telah Wisma lakukan demi mewujudkan tujuan umum KMKM: membentuk insan ber-pendidikan yang ready to use. Bahasa lebih lugasnya: apa sih letak pentingnya Wisma, selain membantu penyediaan tempat tinggal?

Di sisi lain, pembagian wilayah ekplorasi sumber dana antara PPRD dan Wisma termasuk penggunaan dana itu sendiri untuk masa yang akan datang perlu mendapatkan perhatian. Bagi PPRD, belum adanya landasan hukum berupa AD/ART atau yang setingkatnya menyisakan banyak rintangan untuk "perkembangan" dan eksistensi PPRD ke depan. Alternatif solusi-nya: DP KMKM mengeluarkan SK guna membentuk Tim perumus AD/ART PPRD, mengingat bahwa Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) dan Sidang Permusyawataran Anggota (SPA) sudah berada di ambang mata—rencananya akan dilaksanakan pada pertengahan Juli ini.

Mengapa harus DP KMKM? Karena dulunya PPRD sendiri terbentuk oleh SK DP KMKM, sehingga DP sendiri lah yang lebih tepat menindaklanjuti eksistensi PPRD ke depan.

Namun, patut ditegaskan di sini, bahwa pembagian wilayah eksplorasi dana tidak menjadi masalah, bahkan memperingan tugas Wisma KMKM. Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada PPRD dan para pemegang kebijakan. Masalahnya hanya terletak pada landasan yuridis PPRD di masa yang akan datang.

Tantangan ke depan, bagaimana agar kemitraan yang ada saat ini di antara PPRD dan Wisma bisa ditingkatkan. Toh, tujuan internal dan lebih spesifik kedua lembaga ini sama: menyediakan Wisma permanen bagi anggota KMKM. Insya Allah.

Lebih jauh, bagaimana agar fungsi Wisma semakin dirasakan oleh seluruh anggota KMKM. Tentu saja ini memerlukan kesepahaman dan sikap "pro-aktif" dari seluruh pihak. Misalkan, tentang regulasi (aturan) permintaan pengadaan Wisma, atau bahkan sebaliknya, penutupan Wisma.

Ketiga, 'kekurangan' Sumber Daya Manusia. Ada kekhawatiran bahwa akan semakin sedikit orang-orang yang perhatian dengan Wisma, atau bahkan (barangkali) di pos-pos penting seperti PPRD dan DP. Betapa tidak, LPJ 2005 lalu meninggalkan kesan sebagian orang yang justru "lari" dari kewajiban, belum lagi pandiran/opini umum yang mengatakan bahwa berorganisasi dituntut ini dan itu, terkesan sangat memberatkan dan sayangnya mengenyampingkan proses pembelajaran dan regenerasi.

Sudah saatnya, anggapan atau asumsi: "Apa yang telah diberikan 'orang' kepadaku" dirubah menjadi "Apa yang sudah aku lakukan untuk 'orang lain'". Sikap yang seharusnya lebih bersifat evaluatif, tidak anarkis apalagi sektarian.

ANGGAPLAH catatan kecil (catcil) ini hanya kritik pribadi yang disampaikan secara umum. Sebagaimana lembaga publik lainnya, Wisma atau bahkan KMKM adalah lembaga yang membutuhkan kontrol dan kritikan. Orang-orang besar pernah bilang, yang intinya seperti ini: "Jangan penyinggungan, kritikan tidak akan menjatuhkan kecuali hanya akan membangun."

Washallalhu ala sayyidina Muhammadin, wal hamdu lillahi Rabbilalamin.

Muhammad Hikam Masrun, Pengurus I Wisma KMKM






















Monday, June 26, 2006

Bincang seputar Ziarah


Kita mau ziarah ke makam para ulama! Boleh, usul yang bagus sekali. Elu terinspirasi dari acara Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCI-NU) Mesir yang lalu, ya? (pake elu-elu segala, Bahasa banjar-nya dimana?, Cinta daerah...atau ber-Indonesia, atawa Arab sekalian, hehe!) Betuul. Sebenarnya, dulu ada acara lain yang sudah direncanakan: Out Bond. Tapi tampaknya, akan diganti saja dengan gotong royong. Kan, masing-masing sama substansi-nya. Kira-kira....

Terus gimana ziarah tadi? Yah...rencananya kita akan gilirkan per-Wisma, yang pertama Wisma Mahmudia, Qatameea. Kemudian Wisma Kopasus lalu yang terakhir KMKM. Bisa jadi, kedua yang terakhir nantinya digabungkan menjadi satu. Ini rencana Bang Gafuri. Rencana kedua, inginnya seh secara massal gitu (kaya kawin-an aja), namun tampaknya susah terwujud. Kan, kudu ribet, banyak pasukan, mana kita mau LPJ segala entar. Percaya deh, aku ngga berdalih.(tapi sangat berdalih)

Tapi kabarnya, non penghuni Wisma ada yang mo ikutan, termasuk BPPW sendiri :)
Yaah itu bisa diatur lah. Kalu cuma berempat-berlima, kan masih terbuka. Lagian kita ngga terlalu ekslusif dan eksekutif banget. Berarti ngaku nih: ekslusif...

Tujuan utama yang kita harapkan tidak lain dan tidak bukan...jreeeng...:mengingat hakikat diri. Busyet! Kamu serius? Ya iya lah.. Kan buat apa ngga ada tujuan. Hidup aja kudu bertujuan. Terus apa lagi? Mengenal para ulama kita. Jadi nanti kita tidak sekadar foto-foto sana-sini; jepret sini jepret sana, tapi kalau bisa ya mengkaji ulang kisah sejarah ulama. Ini kan resources besar! (sambil menggaruk kepala, entah siapa orangnya) Betul juga ya, kita kan sekarang lagi pada krismon. Eh! Apa hubungannya? Kan entar ditanggung ama Wisma, (Bukan begitu, Zaya?)

Enggak. Maksudku krisis teladan. Ehmm...cerdas juga ternyata Dikau. Ya iya lah, mesti diekplorasi nih kepala dan hati, hehehe.

Ya udah. Gimana entar? Kamu mau nyari mobil-nya. Atau kita ngoboi aja. Maksudnya? Ngoboi, itu.... ngoboi: balarut. Hehehe.

Abang gafuri membawai balarut pang. Tanyaman jer. Ya udah, yang jelas rencana harus kita matangkan. Tanggal 28 Juni ini, ya? Yup, insya Allah. Seep. Aku ikut juga,... Insya Allah.

Saturday, June 24, 2006

Wisma Kaum Hawa, Siapa Takut?!

Masih ingat Silaturrahmi Akbar kita kemarin, kan? Waktu itu ada satu usulan senada dan cukup unik dari para ukhawat. Jumlah usulan ini ada sekitar 3 buah, tertulis di kertas saran. Sebelumnya, ada yang ngusulin secara lisan lewat sesi petanyaan yang waktu itu dikomandani oleh Abu Imam. Tau ngga, usulan itu apa?

Penyediaan Wisma bagi akhwat. Inilah usulnya. Ketika kami melaporkan hasil acara, termasuk usulan ini kepada Pengawas I, Pengurus I bertanya kepada beliau, tentang juntrung Wisma untuk para sahabati. Karena ketidaktahuannya, jawaban ini mengejutkan si penanya. Wisma untuk kaum hawa itu pernah ada kata Om Mukhlis. Gitu rupanya, yang lain ikut mendengarkan. Om Mukhlis lalu menimpali diplomatis, "Jika memang ada yang mau ya kita akan usahakan."

(bersambung)

Sekilas tentang KMKM, PPRD dan Wisma Kalimantan di Mesir

SEKILAS INFO: KMKM, WISMA KALIMANTAN, DAN PPRD MESIR


MUKADDIMAH. Keberadaan al-Azhar sebagai universitas tertua di dunia sekaligus mercusuar ilmu keislaman hingga saat ini, membuat negeri Mesir mempunyai tempat dan nilai tersendiri di hati kaum muslimin dunia. Hal serupa juga dirasakan oleh warga Kalimantan. Terbukti dengan adanya putra-putri Kalimantan yang saat ini berjumlah 145 orang, sedang menuntut ilmu di al-Azhar.

Pelajar dan mahasiswa/i asal Kalimantan yang ada di Kairo adalah sebuah komunitas masyarakat akademis yang merupakan tumpuan masyarkat Kalimantan khususnya dan bangsa Indonesia umumnya. Karena itu, mahasiswa/i dituntut untuk mampu mengantisipasi corak kehidupan yang semakin komplek di masa yang akan datang, dan berusaha menyulap diri sebagai pemuda/i yang "Ready for Use", berakhlak tinggi, beramal mulia, berwawasan, terampil, dan berkepribadian.

Latar Belakang Mahasiswa Kalimantan di Mesir
Jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tercatat seorang pemuda muslim asal Kalimantan, bernama KH. Abd. Rasyid, telah sampai di negeri Kinana. Pada tahun 1918, setelah beberapa tahun menimba ilmu di sana, beliau pulang ke tanah air guna menyebarkan ilmu yang beliau dapatkan di sana, dengan mendirikan perguruan Islam dengan system Salaf (Klasik) di Amuntai Kalimantan Selatan yang bernama Arabiche School pada tahun 1922, yang kemudian berubah namanya menjadi "Perguruan Normal Islam Rasyidiyah Khalidiyah".

Selain KH. Abd. Rasyid, tercatat pula seorang tokoh yang bernama KH. M. Basyuni Imran, sekembali dari menyelesaikan belajar di Mesir dan Mekah, beliau mendirikan pula Perguruan Islam "as Sulthaniyah" di Sambas, Kalimantan Barat.

Setelah periode dua ulama di atas, berdatanganlah putra-putra Kalimantan lainnya ke Bumi Anbiya ini, seperti: Bapak H. Abdullah Bukhari, H. Abdurrahman Ismail, H. Mastur Jahri, H. M. As'ad, H. Abdullah Ali, H. Abdul Murad dan lainnya. Mereka semua menjadi ulama dan memegang peranan penting setelah berada di Indonesia.

Sejarah Singkat KMKM
Dalam sejarah KMKM, disebutkan bahwa antara tahun 1955-1958 jumlah putra Kalimantan yang belajar di Kairo hanya 16 orang. Di antaranya, H. Hanafiah Kurdi, Lc, Prof. Drs. Aswadi Syukur, Lc, H. Mukeri Gawith, MA., H. Tabrani Ali, KH. Hamdan Khalid, Lc., H. Taib Seman dan lain-lain.

Melihat berbagai kesulitan yang dihadapi di negeri asing yang jauh dari sanak keluarga, mengilhami putra putri Kalimantan pendahulu kita untuk bergandeng tangan,
mengiramakan langkah demi cita-cita bersama, maka pada tanggal 14 Februari 1958 atas anjuran dari H. Abdullah Bukhari (pejabat KBRI saat itu), terbentuklah sebuah perkumpulan yang kemudian mereka bernama "Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir" (KMKM).

Tujuan
Sejak dibentuknya, KMKM menjunjung tinggi dan menerapkan Papadah Urang Tuha Bahari sebagai mottonya, yaitu: "Bararakatan, Batutulungan, Bapapadahan di Banua Urang". Motto ini dijabarkan dalam tujuan KMKM, sebagaimana disebutkan dalam AD KMKM bab II Pasal 6 bahwa dibentuknya KMKM adalah bertujuan:
1. Terjalinnya ukhuwah islamiyah dan rasa kekeluargaan diantara anggota- anggotanya;
2. Terbinanya semangat saling bantu-membantu dalam kebaikan;
3. Terbinanya insan akademis yang berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara;
4. Terciptanya kesejahteraan bagi setiap anggota.

Anggota KMKM
Jumlah mahasiswa Kalimantan di Mesir, termasuk dari yang sedikit kwantitasnya dibandingkan dengan propinsi-propinsi lainnya, dari tahun 1955 sampai 2005 sekarang, tercatat hanya 418 orang saja yang terdaftar di KMKM. Dan sekarang hanya sekitar 145 orang yang masih melanjutkan studinya. Maka sangat wajar sekali jika pulang ke tanah air, dituntut menjadi orang serba bisa (dalam masalah keagamaan khususnya)
Tanggung jawab dan beban moral yang relegius ini, tentu tak bisa diantisipasi hanya lewat bangku kuliah saja. Namun, kita dituntut berbuat lebih banyak justru di luar lingkaran kampus, KMKM adalah salah satu alternatif ke arah itu. Di wadah ini kita saling mengisi, berlatih bersama, bertukar pengalaman, dan pengetahuan, dalam spesialisasi masing-masing.

Dana
Untuk merealisasikan hal-hal di atas, KMKM tentu saja tidak bisa berjalan dan melaksanakan semua aktifitas tanpa adanya dana. Selama ini sumber dana KMKM hanya diperoleh dari:
1. Uang pangkal dan iuran anggota
2. Wakaf, hibah, sumbangan dan bantuan-bantuan yang tak mengikat.
3. Usaha-usaha lain yang tak mengikat.
Namun sumber di atas sangat kurang untuk memperlancar segala kegiatan secara maksimal.

WISMA KALIMANTAN MESIR DAN PPRD

I. Latar Belakang
Jumlah mahasiswa/i Kalimantan yang setiap tahun semakin bertambah, menimbulkan banyak permasalahan, apalagi mayoritas mereka tak berbeasiswa.

Permasalahan yang sangat dominan adalah tempat tinggal bagi mahasiswa/i yang tak berbeasiswa al Azhar, hal ini karena di Mesir tidak ditemukan tempat kost atau asrama yang khusus disewakan untuk mahasiswa.

Untuk mengatasi hal ini, tak ada cara lain kecuali menyewa flat-flat yang siap pakai (fasilitas tersedia lengkap) dengan resiko pembayaran yang nyaris tak terjangkau oleh kantong mahasiswa.

Untuk menangani hal tersebut, KMKM merasa perlu memiliki wisma sebagai tempat tinggal dan pusat kegiatan mahasiswa/i Kalimantan. Maka tepat pada tanggal 10 Oktober 1979 tekad itu direalisasikan, meski embrio keinginannya berawal pada tanggal 10 Agustus 1979 . Pada tahun 2003, untuk lebih memfokuskan visi juga ikut dibentuk Panita Persiapan Rumah Daerah (PPRD) sebagai pelengkap dari tugas Wisma.

II. Status dan Keadaan Wisma
A. Status
Sejak berdirinya, Wisma Kalimantan Mesir sampai saat ini, target utama yang ingin dicapai adalah terwujudnya Wisma milik sendiri. Namun karena terbatasnya dana, sementara kebutuhan akan tempat tinggal semakin mendesak, maka diambil tindakan awal dengan menyewa beberapa flat sambil terus menghimpun dana demi terealisirnya tekad mulia tersebut
B. Kondisi Wisma
Sampai saat ini (tahun 2006), Badan Pengawas dan Pengurus Wisma Kalimantan Mesir menyewa 3 buah flat. Keempat flat tersebut tak terkumpul dalam satu lokasi. Hal ini karena sulitnya mencari flat kosong di satu building dan kian mahalnya harga sewa flat. Salah satu flat tesebut, (Bld. 35/01 Masakin Saqr Quraisy 10th District) dijadikan sekretariat, dan pusat informasi KMKM.

III. Dana
A. Biaya Wisma
- Biaya sewa 3 flat selama satu tahun LE 16. 200.00 (sewa @ flat sekitar LE 450.00)
- Biaya perawatan dalam setahun sekitar LE 120.00 (@ flat LE. 30.00 per bulan)
- Biaya yang harus dikeluarkan Badan Pengawas dan Pengurus Wisma Kalimantan Mesir adalah LE. 16.320 atau sekitar Rp. 22.848.000.00 (dua puluh dua juta juta delapan ratus empat puluh delapan ribu Rupiah).

B. Usaha
Untuk mengatasi besarnya biaya yang harus dikeluarkan tersebut, kami telah berusaha semaksimal mungkin, apalagi bila mengingat tujuan utama berdirinya Wisma adalah mewujudkan "Wisma Kalimantan milik Sendiri". Badan Pengawas dan Pengurus Wisma berupaya menyisihkan sebagaian uang hasil usaha-usaha sebagai uang baku untuk terwujudnya cita-cita mulia itu yang diantaranya:
1. Memungut iuran anggota setiap penghuni Wisma
2. Mengusahakan bantuan-bantuan tidak mengikat
Untuk point 1&2 di atas, terkadang hanya mampu menutupi kurang lebih 60% dari biaya pengeluaran rutin pertahun. Untuk menutupi sisanya, kami sangat bergantung pada sumbangan dan infak dari para dermawan yang berdomisisli di Saudi Arabia atau para tamu dermawan yang berkunjng ke Mesir juga dari Pemerintah Daerah di Indonesia. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah sumbangan dan infak yang kami terima agak menurun sedangkan pembiayaan kian membengkak.

IV. Harapan
1. Lewat perkenalan sederhana ini, kami ingin mengetuk hati para dermawan warga Kalimantan khususnya dan kaum muslimin umumnya di mana pun berada, untuk menyisihkan sebagian rezeki yang telah dikaruniakan dan diamanahkan oleh Allah Swt. Demi terwujudnya proyek yang sedang kami garap ini, baik berupa infak, sedekah, zakat dn sumbangan lainnya.
2. Bagi para dermawan yang ingin mengirim sumbangan untuk Wisma Kalimantan Mesir via bank, silahkan kirim ke via rekening bank A/N: Mukhlis Kasful Anwar
Acc. No: Citibank Cairo Branch No 5602310002
Alamat : 4 Pasha St. Garden City Cairo Egypt

Demikian sekilas tentang kami di sini. Semoga bermanfaat bagi siapa pun. Akhirnya, semoga seluruh amal kebaikan kita diterima-Nya. Amin.

Surat Bersejarah

Nih surat punya sejarah yang lumayan nyentrik. Asal mulanya dari surat Sdr. Muhklis yang saat itu mengirimkan posting-nya ke milis KMKM. Setelah pihak Wisma menanggapi di media yang sama, beberapa komentar lucu langsung antri setelah itu.

Tapi akhirnya, pertemuan diadakan. Kondisi bisa dikendalikan. Semoga saja semua pihak bisa legowo.

Nih dia suratnya....

Wassalamu'alikum Warahmatullah wabarakatuh

Innalhamdaliilah wasshalatu wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala alihi wa shahbihi ajmain.

Terima kasih kepada Sdr. Mukhlis yang memberikan masukan bagi pihak Wisma KMKM via milist ini. Insya Allah kami akan segera menindak lanjuti temuan ini. Rencananya sebagai langkah awal, hari ini Jum'at 28 April 2006 M. akan diadakan pertemuan dengan penghuni Wisma KMKM pada jam 19.00 W.K. Semoga Anda dan sahabat-sabahat yang lainya hadir.

Semoga kita dijadikan Allah orang-orang yang ikhlas dalam segala hal, selamat dunia dan akhirat. Amin.

Washallallahu 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala alihi wa shahbihi ajmain.

Kairo, 30 Rabiul Awal 1427 H./28 April 2006 M.,


BPPW KMKM
kmkm_wisma@yahoo.co.id


descartes filosof wrote:

Surat Terbuka
Dari Angota untuk Pengawas dan Pengurus Wisma KMKM

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pertama saya ingin meminta maaf jika sekiranya tulisan ini terlalu berlebihan.
Kedua, saya ingin meminta maaf lagi jika sekiranya tulisan ini tidak mengena.
Ketiga, saya minta maaf lagi, jika sekiranya muka saya terlalu keras dari pada hati saya.
Keempat, sekali lagi saya mohon maaf.
“Ketika cinta sudah melekat, hatta tahi kucing serasa coklat” (Ujar Urang Bahari)
Manusia memang tak pernah adil. Senyuman mereka tak pernah dibagikan secara merata kepada sesame. Manusia mungkin mudah untuk memberikan seribu senyuman kepada orang yang mereka sukai, walaupun orang ‘yang mereka sukai’ itu berkelakuan lebih buruk dari iblis. Tetapi, jangankan seribu senyuman, seperempat senyuman pun akan terasa berat diberikan kalau hati sudah membenci, walaupun orang ‘yang di benci’ itu adalah malaikat yang turun ke bumi.
Mungkin karena manusia mempunyai perasaan. Sampai-sampai ada manusia yang di perbudak oleh perasaan (mengutamakan perasaan daripada pikiran). Sehingga hatinya tertutup sebuah dinding. Hanya dengan mendengarkan apa kata perasaan, manusia sering melupakan garis kebenaran dan garis kejahatan. Padahal belum tentu apa yang dikatakan perasaaan benar adalah kebenaran, dan yang salah adalah salah. Allah lah yang maha mengetahui segalanya.
Kami jadikan malam sebagai waktu istirahat,
Dan siang sebagai waktu untuk hidup.
Peraturan bukan untuk pajangan, juga bukan untuk bacaan. Peraturan seharusnya untuk diterapkan. Yang saya hormati, Pengaawas dan Pengurus Wisma KMKM, masih ingatkah anda ketika menulis dan memajang tulisan peraturan untuk penghuni Wisma? Masih ingatkah larangan-larangan yang tertulis disitu? Masih ingatkah dengan kalimat ini:
“Wisma Kalimantan adalah uang wakaf para dermawan muslim yang mereka niatkan untuk membantu kelancaran Wisma dan keberhasilan menuntut ilmu, hal-hal yangt menyimpang dari tujuan tersebut harus dihindarkan.” (Kairo, 01 Juli 1997, M. Nuruddin Marbu, Lc)
Bukan main, Wisma kita adalah amanah dari dermawan-dermawan muslim. Sungguh besar tanggung jawab yang kita pikul. Terutama anda-anda yang telah dipercayakan anggota untuk mengawasi dan mengurusi Wisma ini. Semua tanggungjawab akan di mintai pertanggungjawaban nantinya.
Lingkungan adalah salah satu factor yang dapat mendukung keberhasilan belajar seseorang, jika lingkungan itu memang sudah baik. Ketika siang sudah di jadika waktu untuk istirahat, dan malam sudah menjadi waktu untuk hidup. Mungkin ada beberapa saudara kita yang tersiksa dengan hal itu.
Ada sebuah cerita…
Malam itu, ketika azan Isya sudah berkumandang, hamba-hamba Allah yang mengerjakan kewajipan di awal waktu sudah selesai menyembah Tuhanya. Di sebuah kamar Wisma KMKM ada seorang anggota yang telah terlelap dalam tidurnya. Dan di waktu yang sama, beberapa anggota lain sedang asyik menghibur diri dengan menyaksikan film yang mungkin menyenangkan. Mungkin karena mereka terlupa dengan hak saudaranya (yang lagi tidur), mereka mulai ngobrol sambil menyaksikan gambar bergerak di layer monitor. Ternyata hal itu agak sedikit mengganggu ketenangan beristirahat seorang teman.
“Cethah.., aduuuh.., Umaa ai buhan ikam ni.., kada kawa kah malihat kawan guring?!” mungkin karena tak kuat menahan, sampai akhirnya kata-kata itu keluar dengan nada sedikit kasar. Atau mungkin karena bunyi speaker dan suara mereka terlalu keras.
Kemudian mereka pun paham dengan hak dan kewajiban seorang teman kepada temannya. Akhirnya mereka pun meninggalkan kamar itu, dan pindah ke kamar lain. Di kamar lain itu, ternyata juga ada anggota yang sudah tidur. Tetapi, mungkin anggota yang satu ini mempunya perasaaan ‘ketidaknyamanan’ terhadap teman cukup besar. Dan akhirnya dia pun mengangkat selimut dan bantalnya keluar, dan meneruskan tidurnya di luar, di ruang tamu.
Bagaimana pendapat anda tentang perasaan?
Boleh jadi ada saudara kita yang belajarnya harus dengan mendengungkan apa yang di bacanya, dan kalau tidak begitu dia tidak bisa menghafal apa yang dibacanya itu. Sementara itu ada temannya yang tidur siang karena tadi malam begadang. Dan sudah pasti saudara kita yang ingin belajar tadi mengurungkan niatnya untuk belajar di rumah, dan terpaksa mencari tempat lain untuk belajar.
Begitulah, sedikit cerita untuk Bapak Pengawas dan Pengurus Wisma KMKM, dengan harapan dapat di pahami.
Terakhir, saya ingin bertanya kepada BPPW KMKM
“Hilangnya keanggotaan: Memutar film yang kurang sopan (amoral) di Wisma” (BPPW KMKM 2004-2005, Mukhlis Kasyful Anwar, Lc)
Apakah masih ada film Hollywood yang sopan, yang tidak melanggar perundang-undangan tentang aurat dalam agama kita?
“Larangan-larangan: Membawa video ke Wisma” (BPPW KMKM 2004-2005, Mukhlis Kasyful Anwar, Lc)
Kalau misalnya bukan video, tapi bahayanya lebih besar dari video, seperti mengcopy film dari harddesk ke harddesk , bagaimana Pak?
Semoga kita dapat menjalankan amanah dengan sebaik mungkin. Amin
Menurut saya, aturan yang tertulis lebih utama dari aturan dadakan.
Jangan hanya karena ArQam seekor ular (dengan alasan menjijikan dan berbahaya, padahal belum tentu) sehingga ArQam mendapatkan Surat Keputusan. He he he… ArQam semoga kau mendapat tempat di hati orang.
Kita bisa membayangkan, jika seandainya salah satu dermawan kita berkunjung ke Wisma. Yang mana yang lebih memalukan (berbahaya) antara dua hal dibawah ini:
(1) dia melihat salah satu penghuni Wisma memelihara reptile.
(2) dia menyaksikan penghuni Wisma sedang asyik menonton film
bersama dan tidur siang karena begadang.
Tetaplah tersenyum, dan jawab dengan hati nurani. He he he…..
Yang mana yang lebih penting diberikan SK antara dua hal tersebut..?!
Sekali lagi, semoga kita bukan termasuk orang-orang yang mengkhianati kepercayaan. Tetaplah tersenyum!
Astagfirullahi min qaulin bila ‘amal

Wassalam
Anggota Wisma KMKM

Sarana Komunikasi dan Silaturrahmi

Selamat Datang!


Selamat datang kepada teman-teman di mana pun berada. Blog ini sengaja didedikasikan untuk Wisma Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir (Wisma KMKM).
Harapannya, ke depan blog ini menjadi sarana silaturrahmi dan komunikasi bagi siapa pun yang peduli atau sekedar mampir di sini. Kami sebagai Badan Pengawas dan Pengurus Wisma KMKM berterima kasih sekali atas segala bantuan para senior, sahabat, dan seluruh pihak yang memberikan masukannya kepada keberlangsungan dann pengembangan Wisma ke depan.

Kritik dan saran amat kami harapkan. Semoga silaturrahmi kita tak hanya sampai di sini.

Wassalam.