Saturday, June 24, 2006

Sekilas tentang KMKM, PPRD dan Wisma Kalimantan di Mesir

SEKILAS INFO: KMKM, WISMA KALIMANTAN, DAN PPRD MESIR


MUKADDIMAH. Keberadaan al-Azhar sebagai universitas tertua di dunia sekaligus mercusuar ilmu keislaman hingga saat ini, membuat negeri Mesir mempunyai tempat dan nilai tersendiri di hati kaum muslimin dunia. Hal serupa juga dirasakan oleh warga Kalimantan. Terbukti dengan adanya putra-putri Kalimantan yang saat ini berjumlah 145 orang, sedang menuntut ilmu di al-Azhar.

Pelajar dan mahasiswa/i asal Kalimantan yang ada di Kairo adalah sebuah komunitas masyarakat akademis yang merupakan tumpuan masyarkat Kalimantan khususnya dan bangsa Indonesia umumnya. Karena itu, mahasiswa/i dituntut untuk mampu mengantisipasi corak kehidupan yang semakin komplek di masa yang akan datang, dan berusaha menyulap diri sebagai pemuda/i yang "Ready for Use", berakhlak tinggi, beramal mulia, berwawasan, terampil, dan berkepribadian.

Latar Belakang Mahasiswa Kalimantan di Mesir
Jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, tercatat seorang pemuda muslim asal Kalimantan, bernama KH. Abd. Rasyid, telah sampai di negeri Kinana. Pada tahun 1918, setelah beberapa tahun menimba ilmu di sana, beliau pulang ke tanah air guna menyebarkan ilmu yang beliau dapatkan di sana, dengan mendirikan perguruan Islam dengan system Salaf (Klasik) di Amuntai Kalimantan Selatan yang bernama Arabiche School pada tahun 1922, yang kemudian berubah namanya menjadi "Perguruan Normal Islam Rasyidiyah Khalidiyah".

Selain KH. Abd. Rasyid, tercatat pula seorang tokoh yang bernama KH. M. Basyuni Imran, sekembali dari menyelesaikan belajar di Mesir dan Mekah, beliau mendirikan pula Perguruan Islam "as Sulthaniyah" di Sambas, Kalimantan Barat.

Setelah periode dua ulama di atas, berdatanganlah putra-putra Kalimantan lainnya ke Bumi Anbiya ini, seperti: Bapak H. Abdullah Bukhari, H. Abdurrahman Ismail, H. Mastur Jahri, H. M. As'ad, H. Abdullah Ali, H. Abdul Murad dan lainnya. Mereka semua menjadi ulama dan memegang peranan penting setelah berada di Indonesia.

Sejarah Singkat KMKM
Dalam sejarah KMKM, disebutkan bahwa antara tahun 1955-1958 jumlah putra Kalimantan yang belajar di Kairo hanya 16 orang. Di antaranya, H. Hanafiah Kurdi, Lc, Prof. Drs. Aswadi Syukur, Lc, H. Mukeri Gawith, MA., H. Tabrani Ali, KH. Hamdan Khalid, Lc., H. Taib Seman dan lain-lain.

Melihat berbagai kesulitan yang dihadapi di negeri asing yang jauh dari sanak keluarga, mengilhami putra putri Kalimantan pendahulu kita untuk bergandeng tangan,
mengiramakan langkah demi cita-cita bersama, maka pada tanggal 14 Februari 1958 atas anjuran dari H. Abdullah Bukhari (pejabat KBRI saat itu), terbentuklah sebuah perkumpulan yang kemudian mereka bernama "Keluarga Mahasiswa Kalimantan Mesir" (KMKM).

Tujuan
Sejak dibentuknya, KMKM menjunjung tinggi dan menerapkan Papadah Urang Tuha Bahari sebagai mottonya, yaitu: "Bararakatan, Batutulungan, Bapapadahan di Banua Urang". Motto ini dijabarkan dalam tujuan KMKM, sebagaimana disebutkan dalam AD KMKM bab II Pasal 6 bahwa dibentuknya KMKM adalah bertujuan:
1. Terjalinnya ukhuwah islamiyah dan rasa kekeluargaan diantara anggota- anggotanya;
2. Terbinanya semangat saling bantu-membantu dalam kebaikan;
3. Terbinanya insan akademis yang berguna bagi agama, masyarakat, bangsa dan negara;
4. Terciptanya kesejahteraan bagi setiap anggota.

Anggota KMKM
Jumlah mahasiswa Kalimantan di Mesir, termasuk dari yang sedikit kwantitasnya dibandingkan dengan propinsi-propinsi lainnya, dari tahun 1955 sampai 2005 sekarang, tercatat hanya 418 orang saja yang terdaftar di KMKM. Dan sekarang hanya sekitar 145 orang yang masih melanjutkan studinya. Maka sangat wajar sekali jika pulang ke tanah air, dituntut menjadi orang serba bisa (dalam masalah keagamaan khususnya)
Tanggung jawab dan beban moral yang relegius ini, tentu tak bisa diantisipasi hanya lewat bangku kuliah saja. Namun, kita dituntut berbuat lebih banyak justru di luar lingkaran kampus, KMKM adalah salah satu alternatif ke arah itu. Di wadah ini kita saling mengisi, berlatih bersama, bertukar pengalaman, dan pengetahuan, dalam spesialisasi masing-masing.

Dana
Untuk merealisasikan hal-hal di atas, KMKM tentu saja tidak bisa berjalan dan melaksanakan semua aktifitas tanpa adanya dana. Selama ini sumber dana KMKM hanya diperoleh dari:
1. Uang pangkal dan iuran anggota
2. Wakaf, hibah, sumbangan dan bantuan-bantuan yang tak mengikat.
3. Usaha-usaha lain yang tak mengikat.
Namun sumber di atas sangat kurang untuk memperlancar segala kegiatan secara maksimal.

WISMA KALIMANTAN MESIR DAN PPRD

I. Latar Belakang
Jumlah mahasiswa/i Kalimantan yang setiap tahun semakin bertambah, menimbulkan banyak permasalahan, apalagi mayoritas mereka tak berbeasiswa.

Permasalahan yang sangat dominan adalah tempat tinggal bagi mahasiswa/i yang tak berbeasiswa al Azhar, hal ini karena di Mesir tidak ditemukan tempat kost atau asrama yang khusus disewakan untuk mahasiswa.

Untuk mengatasi hal ini, tak ada cara lain kecuali menyewa flat-flat yang siap pakai (fasilitas tersedia lengkap) dengan resiko pembayaran yang nyaris tak terjangkau oleh kantong mahasiswa.

Untuk menangani hal tersebut, KMKM merasa perlu memiliki wisma sebagai tempat tinggal dan pusat kegiatan mahasiswa/i Kalimantan. Maka tepat pada tanggal 10 Oktober 1979 tekad itu direalisasikan, meski embrio keinginannya berawal pada tanggal 10 Agustus 1979 . Pada tahun 2003, untuk lebih memfokuskan visi juga ikut dibentuk Panita Persiapan Rumah Daerah (PPRD) sebagai pelengkap dari tugas Wisma.

II. Status dan Keadaan Wisma
A. Status
Sejak berdirinya, Wisma Kalimantan Mesir sampai saat ini, target utama yang ingin dicapai adalah terwujudnya Wisma milik sendiri. Namun karena terbatasnya dana, sementara kebutuhan akan tempat tinggal semakin mendesak, maka diambil tindakan awal dengan menyewa beberapa flat sambil terus menghimpun dana demi terealisirnya tekad mulia tersebut
B. Kondisi Wisma
Sampai saat ini (tahun 2006), Badan Pengawas dan Pengurus Wisma Kalimantan Mesir menyewa 3 buah flat. Keempat flat tersebut tak terkumpul dalam satu lokasi. Hal ini karena sulitnya mencari flat kosong di satu building dan kian mahalnya harga sewa flat. Salah satu flat tesebut, (Bld. 35/01 Masakin Saqr Quraisy 10th District) dijadikan sekretariat, dan pusat informasi KMKM.

III. Dana
A. Biaya Wisma
- Biaya sewa 3 flat selama satu tahun LE 16. 200.00 (sewa @ flat sekitar LE 450.00)
- Biaya perawatan dalam setahun sekitar LE 120.00 (@ flat LE. 30.00 per bulan)
- Biaya yang harus dikeluarkan Badan Pengawas dan Pengurus Wisma Kalimantan Mesir adalah LE. 16.320 atau sekitar Rp. 22.848.000.00 (dua puluh dua juta juta delapan ratus empat puluh delapan ribu Rupiah).

B. Usaha
Untuk mengatasi besarnya biaya yang harus dikeluarkan tersebut, kami telah berusaha semaksimal mungkin, apalagi bila mengingat tujuan utama berdirinya Wisma adalah mewujudkan "Wisma Kalimantan milik Sendiri". Badan Pengawas dan Pengurus Wisma berupaya menyisihkan sebagaian uang hasil usaha-usaha sebagai uang baku untuk terwujudnya cita-cita mulia itu yang diantaranya:
1. Memungut iuran anggota setiap penghuni Wisma
2. Mengusahakan bantuan-bantuan tidak mengikat
Untuk point 1&2 di atas, terkadang hanya mampu menutupi kurang lebih 60% dari biaya pengeluaran rutin pertahun. Untuk menutupi sisanya, kami sangat bergantung pada sumbangan dan infak dari para dermawan yang berdomisisli di Saudi Arabia atau para tamu dermawan yang berkunjng ke Mesir juga dari Pemerintah Daerah di Indonesia. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini jumlah sumbangan dan infak yang kami terima agak menurun sedangkan pembiayaan kian membengkak.

IV. Harapan
1. Lewat perkenalan sederhana ini, kami ingin mengetuk hati para dermawan warga Kalimantan khususnya dan kaum muslimin umumnya di mana pun berada, untuk menyisihkan sebagian rezeki yang telah dikaruniakan dan diamanahkan oleh Allah Swt. Demi terwujudnya proyek yang sedang kami garap ini, baik berupa infak, sedekah, zakat dn sumbangan lainnya.
2. Bagi para dermawan yang ingin mengirim sumbangan untuk Wisma Kalimantan Mesir via bank, silahkan kirim ke via rekening bank A/N: Mukhlis Kasful Anwar
Acc. No: Citibank Cairo Branch No 5602310002
Alamat : 4 Pasha St. Garden City Cairo Egypt

Demikian sekilas tentang kami di sini. Semoga bermanfaat bagi siapa pun. Akhirnya, semoga seluruh amal kebaikan kita diterima-Nya. Amin.

1 Comments:

Anonymous Inas said...

Assalamu alaikum.
Kalau boleh tahu Pak Abdurrahim Yasin, Ls (allahu yarham) sewaktu kuliah di Mesir apakah pernah menjabat sebagai ketua Wisma Kalimantan.

5:57 AM  

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home